Samainda (mahasiswa.iainptk.ac.id) – Siti Ramayanti mahasiswi S1 Psikologi Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Isntitut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak yang akrab disapa Uti ini berhasil mewujudkan impiannya mengikuti kegiatan Borneo Undergraduate Academic Forum (BUAF) ke-8 di Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Kalimantan Timur.

Uti mengungkapkan impian tersebut telah tumbuh sejak semester pertama saat ia melihat spanduk besar di depan kampusnya yang mempromosikan BUAF.

“Saya memang mau dari semester satu sejak liat spanduk besar yang ada di depan kampus. Saya bergumam kapan ya saya bisa seperti itu. Sampai-sampai aku tuliss wishlist mau ikut Buaf ini, saya tempel di kamar dan selalu dibaca setiap saya belajar,” ujarnya

Uti juga mengungkapkan bahwa pada semester dua, ia mendapat panggilan dari Program Studi (Prodi) Psikologi Islam. Salah satu dosennya mengajaknya berpartisipasi di BUAF. Semula, ia mendaftar bersama 11 temannya dari Psikologi Islam yang turut serta mewakili prodi di ajang BUAF ke-8 2024.

Dalam penelitiannya, Uti memilih topik personal branding berdasarkan komunitas yang ia jalani, yaitu NovoClub. Baginya, komunitas tersebut terdiri dari anak-anak muda dengan relasi dan koneksi yang luar biasa. Ia memutuskan untuk fokus pada media sosial dan bagaimana hal tersebut berperan dalam pengembangan diri. Judul penelitian yang ia usung tak hanya sekadar formalitas untuk bisa mengikuti BUAF, melainkan juga untuk menyampaikan pesan penting kepada generasi muda.

Uti mengatakan bahwa di era teknologi yang semakin maju saat ini, anak muda harus mampu bersaing dengan kecerdasan buatan atau AI.

“Judul paper yang Uti ambil tidak hanya patokan ingin berangkat ke Samarinda aja, melainkan ada tujuan lain, yakni menyampaikan pesan kepada anak muda kalau personal branding itu sangat penting. Apalagi dunia modern sekarang semakin gencar teknologi manusia tersaingi oleh AI dan sebagai anak muda jangan sampai mau kalah dengan AI daya saing improve diri untuk persiapan karir di masa depan.” ucapnya

“Zaman sekarang, kalau tidak memanfaatkan media sosial untuk personal branding, rugi sih. Dari pada bikin story galau, ada baiknya kita membuat self-improvement dan menyalurkannya ke media sosial untuk kebutuhan karir. Kalau bukan kita yang mulai, siapa lagi?” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Menurutnya, perjalanan ke Samarinda ini bukanlah akhir, melainkan lagkah awal dari banyak peluang dan tantangan baru. Ia berharap tulisannya ini dapat bermanfaat dan menjadi acuan anak muda dan generasi Z saat ini.

Penulis : Tim Publikasi BUAF

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *