Pontianak (mahasiswa.iainptk.ac.id) – Borneo Undergraduate Academic Forum (BUAF) adalah wadah ilmiah yang terbentuk pada tahun 2016, berawal dari gagasan empat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Kalimantan. IAIN Pontianak, UIN Antasari Banjarmasin, IAIN Palangkaraya, dan UIN Samarinda bergandeng tangan untuk menciptakan wadah akademik ini.
Pada awalnya, BUAF hadir sebagai forum ilmiah yang dikhususkan bagi mahasiswa dan sarjana dari keempat PTKIN tersebut, dengan tujuan untuk menyediakan platform bagi mereka untuk mempresentasikan hasil kajian dan penelitian dalam bentuk karya tulis ilmiah.
Namun, seiring berjalannya waktu, BUAF tak hanya meraih minat para akademisi dari PTKIN di Kalimantan. Berkat kualitas dan reputasi yang terus berkembang, banyak perguruan tinggi dari berbagai daerah, termasuk luar Kalimantan bahkan luar negeri, yang tertarik untuk ikut serta dalam kegiatan ini. BUAF semakin terbuka terhadap partisipasi mahasiswa dan calon lulusan dari berbagai institusi pendidikan.
Kisah ini terkait dengan perwakilan perbankan Syariah yaitu Aulia Risky Afradini yang mengikuti BUAF ke-7 di Palangkaraya pada tanggal 11-14 September. Perjalanan menuju lokasi kompetisi ini bukanlah hal yang mudah, dengan menggunakan bus dan melalui perjalanan selama 30 jam. Sebelum berangkat, mahasiswi yang akrab disapa Aulia ini sempat merasa ragu dan cemas akan kompetisi dengan empat PTKIN di Kalimantan. Namun, dengan dorongan semangat dari Kaprodi, Nurma Sari, serta upaya keras yang dilakukan untuk bisa mengikuti kompetisi ini, keraguannya perlahan memudar.
Pada saat-saat awal, kata-kata negatif seperti “tidak bisa” mungkin pernah muncul dalam pikirannya. Melihat saingan dari Palangkaraya, Banjarmasin, dan Samarinda yang tampil sangat bagus, keraguan semakin menghantuinya. Namun, saat tiba giliran untuk tampil presentasi, segalanya berubah. Ternyata, Aulia mampu tampil dengan sangat baik, bahkan judul presentasinya disebut menarik oleh dewan juri di ruangan tersebut.
Kejutan terbesar datang di saat penutupan acara, ketika pengumuman pemenang diumumkan. Ia berhasil meraih penghargaan “Best Paper ke-4” di panel ekonomi. Kesuksesan ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi cara untuk menghargai upaya keras yang telah diberikan kepada Kaprodi Perbankan Syariah, Nurma Sari, serta untuk mengatasi keraguannya.
Kisah ini adalah satu dari banyak kisah inspiratif yang lahir dari BUAF ke 7. Menunjukkan bahwa ketekunan, semangat, dan kerja keras akan membuka jalan menuju kesuksesan, bahkan ketika keragu-raguan merintangi. BUAF tetap menjadi ajang prestisius yang mempertemukan akademisi muda dari berbagai latar belakang, memupuk semangat penelitian, dan meraih pencapaian luar biasa di tingkat internasional.
Penulis : Farli Afif