Samarinda (mahasiswa.iainptk.ac.id), 18 September 2024 – Muhammad Akbar, mahasiswa Program Studi Studi Agama-Agama dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, terpilih sebagai satu-satunya perwakilan dari program studinya untuk berpartisipasi dalam ajang internasional Borneo Undergraduate Academic Forum (BUAF) ke-8 yang digelar di Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda.

Akbar mempresentasikan penelitiannya yang berjudul “The Interaction Between Religion and Technology: Historical and Contemporary Perspectives,” yang mengulas tentang interaksi dinamis antara agama dan teknologi dari sudut pandang sejarah dan konteks modern. Dalam presentasinya yang disampaikan di Venue 5 Gedung Fuad lantai 2, di bawah tema Multikulturalisme, Moderasi Beragama, dan Pluralisme, Akbar menekankan bahwa agama dan teknologi saling melengkapi, dengan teknologi yang berpotensi besar memfasilitasi praktik keagamaan selama tetap sesuai dengan nilai-nilai agama.

“Teknologi dapat mempermudah pelaksanaan ibadah dan aktivitas spiritual, namun penggunaannya harus tetap dalam kerangka nilai-nilai agama yang berlaku,” ungkap Akbar di hadapan audiens.

Presentasinya mendapat perhatian penuh dari peserta forum, termasuk pertanyaan kritis dari mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin yang menanyakan batasan pengaruh teknologi terhadap kehidupan beragama. Akbar menjelaskan bahwa teknologi hanya dapat memengaruhi aspek praktis dari praktik keagamaan, tetapi tidak menyentuh esensi spiritualitas. “Teknologi hanya mampu mempengaruhi ranah praktis, tetapi tidak dapat menyentuh inti spiritualitas yang menjadi pusat keyakinan agama,” jawabnya.

Pengalaman Akbar di BUAF ke-8 ini memberikan inspirasi dan memperluas wawasannya sebagai peneliti dan pembicara. “Pengalaman ini memacu saya untuk terus meningkatkan kemampuan, baik dalam penyampaian presentasi maupun dalam penelitian yang lebih mendalam di masa depan,” tambahnya.

Kehadiran Muhammad Akbar di BUAF 8 memperkuat kontribusi IAIN Pontianak dalam kancah akademik internasional, sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terlibat dalam forum akademik global. Ia berharap partisipasinya menjadi langkah awal yang membuka peluang lebih besar bagi mahasiswa IAIN Pontianak untuk berprestasi di level internasional.

Penulis : Tim Publikasi BUAF

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *